Loading

Udara Bebas Yang Kian Hari Kian Hangat

Diantara hingar-bingar kota, dibalik semua kegiatan yang kita anggap penting. Entah terasa atau tidak, ada satu hal yang mengganggu (dan bisa saja mengancam) aktivitas diatas bumi yang sedang kita pijak ini. Ya, udara terasa semakin hangat setiap harinya. Belum lagi pergantian musim yang sekarang jadi tak tentu, belum ada hujan turun dibulan September, padahal biasanya September adalah bulan awal musim hujan.

Apakah ini semua terjadi dengan sendirinya? Tentu saja tidak. Dibalik semakin meningkatnya suhu udara, ada peran penting manusia rakus didalamnya. Seperti yang sedang terjadi di Kalimantan & Riau saat ini. Sekitar 328 ribu hektar hutan sengaja dibakar, dan luas kebakaran hutan disana masih bisa bertambah mengingat sampai saat ini api masih belum padam. Bukan hanya penduduk sekitar Kalimantan & Riau yang terdampak komplikasi akibat kebakaran tersebut. Beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura terpapar polusi besar yang diakibatkan korporat-korporat culas. Dan rumitnya keadaan tak berhenti sampai disana. Para pejabat publik terkesan menutup mata atas kejadian ini dan mengeluarkan statement yang terkesan meremehkan fenomena tak biasa ini. Seperti statement beberapa menteri berlatar belakang aparat yang akhir-akhir ini sering nongol di layar kaca. Belum lagi keadaan diperparah oleh para aristokrat 4.0. Alih-alih menanggulangi ganasnya api yang menghanguskan paru-paru dunia, tikus-tikus senayan malah menyulut kemarahan masyarakat. Elit parlemen mengeluarkan rancangan peraturan kontroversial yang merugikan masyarakat. Imbasnya? Kerusuhan tak terelakkan dan pemadaman kebakaran hutan masih belum ditanggulangi sepenuhnya. Masyarakat bukan hanya menderita panasnya hawa udara diluar rumah mereka. Isi kepala masyarakat juga ikutan panas karena ulah tikus-tikus rakus!

Trik mengurangi penggunaan plastik seakan-akan gak ada pengaruhnya. Kampanye go green dimana-mana terkesan sia-sia, mengingat lahan hutan di Indonesia adalah salahsatu penyumbang oksigen terbesar di bumi. Rasa lelah Greenpeace, SJW-SJW pro-kelanggengan usia bumi masih belum terbayar. Masalah baru datang, dan tentunya mesti dihadapi. Tikus-tikus hutan pendukung lingkaran ekosistem diberangus tikus-tikus korporasi & parlemen. Sudah pasti kita semua sebagai penghuni planet bumi masih ingin melihat anak-cucu kita hidup nyaman dimasa yang akan datang. Tak ada salahnya melawan, kita tak akan dianggap keliru jika menghabisi (dalam hal ini, mengusut tuntas) tikus-tikus berdasi yang makin hari pernyataan-pernyataannya makin jauh dari keberpihakan terhadap masyarakat.

Instagram

Listen on Spotify

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

You May Also Like

Shopping Basket