Pasar Malam Kampus Tiga XXIII : Los Marginados

Gelaran Pasar Malam Kampus Tiga kembali hadir! Acara tahunan anak-anak Fakultas Fisip Unpar ini kembali menyajikan hal-hal yang rasanya ‘jarang’ didapatkan di Kota Bandung. Pada tanggal 27 April 2019 mendatang, PMKT merayakan pagelarannya yang sudah 23 tahun, dan tahun ini akan diselenggarakan di Saparua Park. PMKT konsisten memberikan hiburan tiap tahun-nya dengan kemasan pasar malam yang benar-benar “pasar malam”. Kali ini, PMKT menggunakan frasa Los Marginados dalam penamaan-nya yang berarti “anak jalanan” atau “yang terpinggirkan” atau “orang buangan”dalam bahasa spanish. Panitia PMKT XXIII berusaha mengangkat fokusnya pada bidang pendidikan non-akademis dan pengembangan skill kepada orang-orang yang tidak memiliki kesempatan untuk merasakan bangku kuliah, sebagai pemaknaan dari frasa “Los Marginados”. Menurut mereka istilah “semua orang punya hak yang sama terhadap akses pendidikan” tidak menjadi relevan dengan apa yang mereka lihat di lapangan.

Berbagai hiburan siap untuk disajikan pada Sabtu nanti. The Panturas, Rasukma, Rendy Pandugo dan Hivi! resmi diumumkan sebagai jajaran pengisi acara untuk PMKT XXIII. Selain itu sesuai dengan tagline yang diusung yaitu “The Peak of Joyful Ride” pengunjung yang hadir akan disuguhkan dengan pengalaman menyenangkan melalui berbagai wahana yang disajikan seperti Kora-Kora, Bianglala, dan Balloon Castle, sehingga ketika kembali ke rumah bukan hanya membawa badan lelah tapi jiwa yang senang, pokoknya “Mens sana in corpore sano”. Selain wahana, ada juga art exhibition dan tentunya yang terpenting kumpulan bazzar makanan yang akan memastikan perut pengunjung tidak akan keroncongan. Terakhir, tentunya yang spesial dan akan selalu ada dalam PMKT tiap tahunnya adalah Rumah Hantu. Salah satu wahana yang selalu menjadi favorit muda-mudi Bandung ketika datang ke PMKT kali ini mengusung tagar #CircusofTheDead dan akan menjadi pembeda PMKT dengan pasar malam lainnya!

Tiket yang dijual hingga saat ini untuk Presale 3 yaitu Rp. 55.000 dan kemungkinan akan naik untuk pembelian OTS. Mengenai pemesanan tiket PMKT XXIII dan segala update mengenai keberlangsungan acara, lebih lanjut dapat dililhat pada akun media sosial instagram @pmktxxiii. Jadi sampai jumpa di Saparua tanggal 27 April 2019, Junkie!

The Sounds Project Vol. 4 “Festival dari Generasi Muda, dan untuk Generasi Muda”

The Sounds Project Vol. 4 telah sukses terlaksana terlihat dari sold out- nya tiket yang terjual. Dalam kurun waktu dua hari, The Sounds Project berhasil membawa sekitar 12.000 orang penikmat dan penggila musik untuk berpesta pada hari Jumat, 22 Maret dan Sabtu, 23 Maret 2019. Jika diperhatikan, animo penonton yang membludak ini dipenuhi oleh muda-mudi kisaran umur 17-25 tahun dengan pakaian yang bisa dibilang tidak terlalu memperhatikan style tapi terlihat nyaman. Bukan hanya anak muda, bapak dan ibu juga turut hadir meramaikan tapi tetap terasa muda, mungkin energi muda.

Pada hari pertama perhelatan The Sounds Project Vol. 4 dibuka oleh penampilan musisi folk yang sudah cukup senior, Adhitia Sofyan di atas stage The Sounds Project X Authenticity di P6. Selain Adhitia Sofyan, beberapa musisi lintas genre juga ikut meramaikan panggung P6 seperti Kurosuke, Bam Mastro, Mocca, Reality Club, dan penampilan grup soulful jazz asal taiwan Sunset Rollercoaster, lalu ditutup dengan set manis oleh duo DJ pelestari music dansa Indonesia Diskoria Selekta. Mereka semua berhasil menggetarkan panggung P6, Area Parkir yang disulap menjadi area konser menambah panasnya suasana, jarak antara penonton dan musisi yang tidak terpisah barikade membuat atmosfer keintiman begitu terasa.

Stage utama The Sounds Project Stage yang berada di P7 sudah padat sejak sore hari karena ada quartet idola remaja ibukota HIVI! yang didaulat sebagai pembuka, dilanjut oleh solois muda baru nan-jenius Pamungkas, lalu ada unit pop White Shoes and The Couples Company, disambung oleh penampil-penampil yang namanya sangat melekat di lifestyle festival ibukota yaitu Kunto Aji dan Maliq & D’essentials. Setalah maliq, penonton terbukti sangat bernostalgia dalam set Project Pop, yang setelahnya ditutup dengan sangat manis oleh penampilan Fourtwnty. Menyaksikan band yang tampil di stage utama The Sounds Project adalah mimpi indah yang menjadi nyata untuk sebagian besar penikmat musik yang hadir.

Berlanjut ke hari kedua pagelaran The Sounds Project Vol. 4 yang tidak kalah padatnya dengan hari pertama, wanita cantik dengan suara emasnya, Danilla, sukses mengundang para audience yang didominasi kaum adam untuk memenuhi area stage P6. Kemudian dilanjutkan oleh unit rock asal tangerang dan yogyakarta The Cat Police & Grrrl Gang. .Feast sebagai nama yang sedang panas-panas nya dikalangan anak muda saat ini berhasil “membakar” stage The Sounds Project saat itu, mereka yang dengan spesialnya mengajak Fauzan Lubis (Vokalis Sisitipsi) untuk tampil bersama. Seakan sedikit diistirahatkan, tempo dilambatkan oleh “dakwah” dari musisi folk Jakarta Jason Ranti. The Upstairs tak mau kalah dengan kejutannya yang membawa David Bayu (Vokalis Naif) naik ke atas panggung untuk menyanyikan tembang sidestream legendaris “Matraman”, lalu ada Naif dengan repertoar hitsnya yang tak lekang oleh waktu, dan ditutup dengan band dirty jazz asal Jakarta, Sisitipsi. dengan tembang rakyat andalan mereka, Alkohol.

Beralih ke panggung P7, The Sounds Project dibuka dengan musik magis yang sukses menyihir para audience dari Stars & Rabbit. Kemudian disambung oleh unit hard rock asal bandung The SIGIT, lalu Barasuara memberikan penampilan special berkolaborasi dengan seniman visual ternama Indonesia, Isha Hening, audience dimanjakan oleh pengalaman audio dan visual yang luar biasa di set Barasuara. The Adams menggeber crowd dengan tembang-tembang andalan mereka dari album teranyar Agterplaas. Belum selesai sampai disitu saja Summer Salt sebagai salah satu penampil internasional yang cukup spesial, berhasil memberikan usa-beach-summer-vibes untuk para audience mereka di Indonesia. Nostalgia dibawakan pada set Jamrud, ballroom dan stage bergetar, pecah haru dan tangis juga terjadi saat mereka membawakan tembang legendaris “Pelangi Di Matamu”. Setelah itu joget-massal yang dilakukan audience saat set penutup dari NDX AKA seakan-akan membuktikan bahwa dangdut adalah musik yang bisa diterima seluruh lapisan masyarakat. 

Melalui Program Music Talks audience bisa menambah ilmu mengenai industri dan dunia permusikan, Music Talks selama 2 hari dimoderatori dengan cerdas oleh Aldila Karina dari Demajors & Synchronize Festival, beberapa pembicara yang silih-berganti memberikan suplai edukasi kepada audience adalah nama-nama besar yang sudah tidak asing lagi di telinga para pelaku industri musik seperti Davian Akbar (Fotografer Barasuara), Melina Anggraini(Fotografer .Feast), Gerhana Banyubiru (The Sounds Project), Novaldi Alghani (Magical Feeeling), Argia Adhindhanendra (Noisewhore), Kenneth Ibrahim (9th Music Gallery), Xandega Tahajuansya (Studiorama), Grrrl Gang, The Cat Police , Baskara Putra (.Feast), dan Fauzan Lubis (Sisitipsi). Setelah sesi Music Talks, tempat tersebut disulap menjadi tempat Movie Screening. Para audience yang hadir dapat menikmati film-film pop-culture sekaligus rehat sejenak jika lelah karena memburu penampilan dari musisi-musisi favorit.

Tidak jauh dari area Music Talks dan Movie Screening, kita bisa melihat banyak orang yang bergoyang dan memadati Joget Stage. Stage tambahan yang memang didesain untuk mereka yang gila-dansa ini menampilkan para pemandu lagu-pemantik pesta dari beragam genre dan sub-kultur di Jakarta, mereka adalah Dizkorea dan Feel Koplo pada hari Jumat serta Soyokaze, Muda Mudi, dan Mr. Nostalgila pada hari Sabtu. Berkumpulnya aliran musik dalam satu acara ini menghadirkan kenangan yang sulit dilupakan bagi penonton yang hadir.

Sejak hari pertama hingga hari kedua, para pelesir musik disuguhkan dengan pemandangan gedung pencakar langit yang menghiasi di sekitaran Kuningan City. Sehingga, rasanya sebagai penonton, untuk mengejar artis favorit dari P6 ke P7 bukan sebuah masalah. Bukan hanya itu, antusiasme penonton yang hadir juga menambah ‘greget’ setiap bintang tamu yang bermain di atas panggung The Sounds Project terbukti sukses memberikan hiburan kepada ribuan pengunjung yang didominasi oleh para generasi millenials pada dua hari penyelenggaraannya, di tengah maraknya beragam festival sekarang, The Sounds Project bisa menjadi salah satu benchmark dan referensi untuk para generasi muda agar lebih berani berkarya, dan bisa menjadi trigger untuk munculnya festival-festival baru. Mengutip perkataan dari Project Director The Sounds Project – Gerhana Banyubiru “Kita ingin setelah ini lebih banyak lagi festival yg dibikin sama anak muda selain thesoundsproject, gak harus dari kalangan professional, kita cuma ingin lebih banyak lagi anak muda yang berani bikin festival dan berani create something, gak cuma sekedar jadi penonton aja.”

(PRESS RELEASE) THE SOUNDS PROJECT VOL. 4 “Music Over Matter”

Menghadirkan 27 musisi tanah air dan 2 musisi mancanegara,

Sunset Rollercoaster (Taiwan) dan Summer Salt (USA).

Bertempat di Kuningan City, Jakarta Selatan, 22-23 Maret 2019.

Festival musik alternatif yang diselenggarakan setiap tahun secara rutin oleh para generasi muda kini kembali hadir! Di awal tahun 2019, The Sounds Project memasuki tahun keempatnya dengan membawa berbagai kejutan baru. The Sounds Project Vol. 4 kali ini mengusung tagline “Music Over Matter” yang memiliki makna bahwa musik melebihi segalanya. Musik kini telah masuk ke segala aspek kehidupan dan dapat mewakili perasaan seseorang hingga dapat mempengaruhi jalan hidupnya. Kehadiran suatu festival musik dapat memberikan berbagai inspirasi positif ditengah konten negatif yang marak terjadi di generasi muda sekarang. Gagasan inilah yang kemudian menjadi pondasi utama untuk menghadirkan musik-musik berkualitas yang dikemas menjadi kesatuan festival alternatif penuh konten dan kaya akan atmosfer positif. Tahun ini, The Sounds Project melakukan ekspansi menjadi 2 hari yaitu pada Jumat dan Sabtu, 22 dan 23 Maret 2019, dengan berbagai jajaran musisi berkualitas dari dalam dan luar negeri.

Melalui akun resmi media sosial Instagram, The Sounds Project telah mengumumkan 29 jajaran pengisi acara ternama yang terbagi di dua hari penyelenggaraan. Pada hari pertama, Jumat, 22 Maret 2019, Adhitia Sofyan, Bam Mastro, Diskoria, Fourtwnty, HIVI!, Kunto Aji, Kurosuke, Maliq & D’Essentials, Mocca, Pamungkas, Project Pop, Reality Club, Sunset Rollercoaster, serta White Shoes & The Couples Company siap untuk menggempur panggung The Sounds Project Vol.4.


Menyempurnakan pergelaran hari pertama, di hari kedua Sabtu, 23 Maret 2019, sejumlah jajaran pengisi acara berkualitas kembali akan disuguhkan kepada para pencinta musik yang hadir mulai dari Barasuara yang melakukan kolaborasi visual spesial dengan Isha Hening, Naif, Danilla, .Feast, G r r r l G a n g , Jamrud, Jason Ranti, NDX AKA, Sisitipsi, Stars and Rabbit, Summer Salt, The Cat Police, The Adams, The S.I.G.I.T, hingga The Upstairs.

Tak hanya menyajikan penampilan musik, The Sounds Project Vol. 4 juga akan memberikan berbagai aktivitas serta edukasi di area festival. Pengunjung dapat menyimak berbagai ilmu dalam program Music Talks bersama pelaku aktif di industri music sidestream ataupun mainstream sekarang. Program ini kemudian akan terbagi ke dalam dua sesi di hari pertama dan dua sesi di hari kedua.

The Sounds Project vol. 4 juga akan menghibur dan memanjakan pengunjung yang hadir dengan berbagai instalasi seni dari mulai mural,UV Room experience sampai visual mapping yang dapat digunakan untuk ber-swafoto, Karaoke Box untuk melepas lelah sejenak sambil menunggu penampil kesayangan, serta berbagai aktivitas lainnya seperti Music Market dan Movie Area yang dapat menambah pengalaman seru berkunjung ke festival ini.

Informasi terkait pemesanan tiket dapat dilakukan dengan menghubungi contact person yang ada di instagram @thesoundsproject. Pembelian melalui website http://www.thesoundsproject.com/ juga sangat disarankan. Tiket yang saat ini masih tersedia adalah kategori Regular dengan harga Rp 400.000,- untuk tiket 2 Days Pass dan Rp 230.000,- untuk tiket Daily Pass. Tiket dengan kategori Daily Early Entry juga tersedia dengan harga Rp 150.000,- melalui kedua cara pembelian di atas.

Penasaran dengan kejutan lain yang akan disajikan di The Sounds Project vol. 4? Pantau terus akun media sosial The Sounds Project Vol. 4 untuk mengikuti perkembangannya, dan sampai jumpa di tanggal 22-23 Maret ini Junkie!