Mungkin ada benarnya ya, nama adalah doa. Album debut Alkateri berjudul Kontemplasi ini membuat kita hilang dalam lantunan lagu dan keterusan berkontemplasi tentang pendewasaan dalam hidup dan gimana bisa survive di tengah huru-hara kesibukan demi sesuap nasi. Jadinya gini deh kita kelamaan kontemplasi sampe ulasan tentang kontemplasi jadi baru naik sekarang. Kalo dipikir-pikir kata “Kontemplasi” udah keluar berapa kali ya di paragraf ini? Gausah dikontemplasiin deh mending kita langsung bahas aja album baru Alkateri dengan judul yang tidak lain dan tidak bukan “kontemplasi”.

Dibentuk pada Mei 2020 lalu, Alkateri telah menjadi sebuah maskapai renungan bagi Fauzan (vokal), Piki (keys/synth) Galuh (gitar), Jumbo (gitar), Hadiyan (bass), dan Felmy (drum). Album debut mereka yang bertajuk Kontemplasi berisi 8 lagu ini telah diluncurkan melalui Gedung 4 Records dalam format kaset pita dengan jumlah terbatas pada 20 April 2024 lalu dan telah mengudara di berbagai digital streaming platform (DSP) pada 26 April 2024 lalu.

Alkateri (personnel)


Secara lirik dan musik, album ini bisa dinikmati oleh semua pendengar dengan nuansa pop ngawang yang menjadi andalan Alkateri. Album Ini adalah rangkuman sederhana tentang proses menjadi dewasa, yang diungkapkan secara pribadi oleh masing-masing anggota band. Mereka bercerita tentang cinta, keberuntungan, dan situasi zaman sekarang. Fauzan sang vokalis menjelaskan bahwa album ini dibuat sebagai sarana untuk merenung, sesuai dengan judulnya (tuh kan vokalisnya aja ikutan kontemplasi).


Musik Alkateri memiliki nuansa yang kuat dari para pendahulunya. Mereka menggambarkan Kota Bandung saat masih asli, belum tergerus pembangunan demi citra dan politik. Gaya musik mereka adalah kombinasi dari nama-nama legendaris seperti Pure Saturday, The Milo, dan Peterpan, dengan sentuhan ala The Cure dan indie seperti Blur dari benua biru. Kalo dari referensi musik, dan tema yang diambil kayaknya kita harus siapkan hati dan telinga, karena album ini bakal ngajak kita merenung sambil bergoyang!

Album ini sudah bisa dinikmati di semua platform musik ya!! Jangan lupa beli rilisan fisik nya!! Selamat ber-kontemplasi!!

Simak artikel-artikel lain dari kami di sini, Junkies!

Penulis: Ihsan Dhiya

Editor: Naufal Aulia