Apa yang kalian perjuangkan? Apa yang rela kalian lakukan untuk sesuatu atau seseorang?

Di dalam artikel ini, #3on3 akan ngobrol bersama salah satu bisnis lokal Indonesia yang saat ini sedang menggalang aksi sosial.

1. What is AKSU?

AKSU is a brand that reflects to creative enthusiasts who appreciate originality, uniqueness and conceptuality that are kindled by culture, art and music; hence valued by the idea of “Expression in Art”, “Curiosity in Nature” and “Pleasure in Music

Usaha lokal ini didirikan oleh duo Arintha Vysistha dan Nadira Suarga yang menjadikan Aksu sebagai media pakaian dengan konsep raw-contemporary yang mempertahankan esensi akar dan orisinalitas warisan budaya Indonesia. Melalui karyanya, Aksu atau yang memiliki kepanjangan Akar Suara ini, menceritakan setiap detil pada potongan pakaiannya menyampaikan “suara” identitas dan ekspresi diri bagi pemakainya. Debut pada Jakarta Fashion Week pada tahun 2017 lalu dengan koleksi perdana “Tampara”. untuk Koleksi tahun 2021, Aksu berkolaborasi dengan Sumbu dengan nama “Sumbu X Aksu” dan koleksi selanjutnya akan kolaborasi dengan Hotel Monopoli Jakarta.

2. Why do you choose “indonesian heritage” to be one of your themes in this modern era?

“We believe it is important to be aware of this lively heritage of ours in the modern era; to persists its existence, and continue embracing the roots through the stories we convey in our collections”

AKSU team menyampaikan bagaimana Indonesia kaya akan ragam budaya yang menunggu untuk dieksplorasi dan siap untuk di tunjukan kepada dunia. Tentunya dengan mimpi besar menjadi lini mode yang menyajikan unsur konseptual dan kultural melalui desain yang inovatif. Selain itu, Aksu juga memiliki misi untuk memadukan koleksi buatan tangan ini dengan kisah budaya Indonesia tanpa menghilangkan keserbagunaan sejati di setiap bagiannya.

3. How can we start a fashion business with a strong identity?

We believe that having a strong identity is bound by distinctiveness, purpose and consistency.”

Aksu menyatakan bahwa untuk mencapai identitas usaha yang kuat adalah dengan menentukan esensi sejati dari merek kita dengan menjadi unik. Arahkan konsep tersebut ke tujuan yang bermakna dan positif secara konsisten.

2021 lalu Aksu menggunakan “Suara”-nya untuk teman binatang kita yaitu Orangutan di Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Menurut laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, jumlah orangutan di pulau Sumatera sekitar 6.600 dan 54.500 di pulau kalimantan. Kondisi orangutan yang sudah berstatus critically endangered ini dikarenakan pengalihan hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Ditambah lagi tingginya permintaan akan orangutan untuk diperdagangkan dan dijadikan binatang peliharaan. Berkolaborasi dengan SUMBU, mereka melaksanakan campaign melalui koleksi topi yang didedikasikan desainnya dari Orangutan. 10% dari penjualan koleksi topi SUMBU x Aksu ini akan disumbangkan ke BOSF. Aksu dan Junks mengajak Junkies untuk menggunakan “suara”-nya untuk menyebarluaskan campaign SUMBU x Aksu dengan share artikel #3on3 ini atau dengan menyumbangkan penggalangan dana di https://kitabisa.com/campaign/sumbuaksufororangutan.

Instagram: @a.ks.u

Simak artikel-artikel lain dari kami di sini, Junkies!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here